Home » Iklan » Lain-Lain

Sejarah (asal usul) nama Benculuk, sudah tau belum?

Sejarah (asal usul) nama Benculuk

Benculuk dulunya bernama Ulupangpang yang merupakan ibukota dari Blambangan. Saat Regentschap Blambangan Timur (Kabupaten Banyuwangi) dibentuk pada tahun 1773, Temenggung Wiroguno I alias Mas Alit (Bupati pertama) memindahkan kekuasaan dari wilayah ini ke Wono Tirtogondo (sekarang Kota Banyuwangi).

Dikisahkan bahwa sejarah (asal usul) nama Benculuk ini bermula pada saat Sultan Mataram berulang kali mencoba untuk menaklukkan Kerajaan Blambangan. Namun, usahanya menaklukkan Kerajaan Blambangan selalu mengalami kegagalan.

Sampai akhirnya Kerajaan Blambangan berhasil ditaklukkan. Namun, Sultan Mataram tidak menjadikan Kerajaan Blambangan sebagai daerah jajahannya. Sultan Mataram (Panembahan Senopati) sangat kagum akan kegigihan dan kesaktian panglima perang bersama para prajuritnya dalam membentengi Kerajaan Blambangan.

Selain itu, Sultan Mataram juga memuji kebijaksanaan Raja Blambangan dalam membina angkatan perangnya. Itulah sebabnya Sultan Mataram tidak menganggap Raja Blambangan sebagai taklukkannya, akan tetapi sebagai sekutunya.

Pada saat Adipati Kinenten dari Pasuruhan mengadakan pemberontakan terhadap Mataram, secara tidak langsung Blambangan memberi bantuan kepada Pasuruhan. Hal itu menyebabkan Sultan Mataram marah serta memerintahkan putranya, Mas Jolang (nama asli Prabu Hanyakrawati atau Panembahan Seda Krapyak) dan Ki Juru Martani (Kyai Adipati Mandaraka, patih pertama Mataram) mengerahkan pasukannya untuk menghukum dan menyerang Blambangan.

Untuk mempertahankan kedaulatan kerajaan Blambangan, Prabu Siung Laut memerintahkan Patih Jatasura bersama adiknya, yakni Hario Bendung Adipati Asembagus, mengerahkan pasukan Blambangan untuk menanggulangi serangan dari pasukan Mataram tersebut. Dalam pertempuran yang cukup sengit, pasukan Mataram ternyata kewalahan menghadapi para prajurit Blambangan, bahkan Mas Jolang bersama Ki Juru Martani melarikan diri dari medan pertempuran.

Senopati Blambangan yang berusaha mengejar dan menangkap kedua tokoh dari Mataram itu ternyata sia-sia. Dalam pelarian tersebut, Mas Jolang berhasil menyelinap dan bersembunyi di Taman Sari. Di dalam Taman Sari, Mas Jolang bertemu dengan Putri Sedah Merah (putri Blambangan). Akhirnya keduanya saling jatuh cinta.

Ulah Mas Jolang bersama Putri Sedah Merah diketahui oleh keluarga istana Blambangan, kemudian Mas Jolang ditangkap. Prabu Siung Laut terpaksa merestui pernikahan Mas Jolang dengan Putri Sedah Merah karena permohonan putri tersebut.

Dalam pelariannya, Ki Juru Martani menuju ke arah selatan sambil berteriak-teriak dan memanggil-manggil (bahasa Jawa: celuk-celuk) Mas Jolang, namun tidak ada jawaban. Nah, sejarah (asal-usul) nama Benculuk berawal dari tempat Ki Juru Martani berteriak-teriak memanggil (celuk-celuk) Mas Jolang tersebut.

Lainnya


PERHATIAN !!
Seluruh konten dalam situs ini merupakan kontribusi para pemasang. Pengunjung diharap lebih berhati-hati terhadap setiap informasi menyesatkan dan mengandung unsur penipuan. Pengelola tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang mungkin terjadi.