Home » Iklan » Kesehatan

Bahaya Oral Seks

Oral seks memang teramat popular, apalagi di kalangan pasangan muda-mudi. Menempatkan organ penting di dalam mulut memang menimbulkan sensasi tersendiri bagi sebagian orang. Kebanyakan juga melakukan oral seks tanpa memakai pengaman yang dirasa membatasi kenikmatan. Namun kenikmatan yang didapat apakah sebanding dengan resikonya?

Dilansir oleh artikel.kesehatankelamin.com, melakukan oral seks dapat menyebabkan kanker tenggorokan. Sebenarnya, bukan oral seks yang menyebabkan kanker, namun virus HPV lah yang menjadi penyebab. Memang, HPV tidak selalu mengakibatkan kanker, namun resiko menyebabkan kanker tinggi bila si pria mengidap HPV. Resiko semakin meningkat bila seseorang berhubungan oral seks berganti-ganti pasangan.

Tak hanya itu, oral seks juga dapat menularkan Penyakit Menular Seksual (PMS). HIV, herpes, siphilis, gonorrhea, chlamydia, HPV, dan hepatitis contohnya. Oral seks bukanlah seks aman, tetapi oral seks memang lebih aman daripada vaginal seks. Aman disini berarti bila dalam melakukan oral seks memakai kondom, Ladies. Kalau tidak, ya sama saja tidak aman.

Selain itu, untuk mengurangi resiko tertelar berbagai penyakitnya ya dengan cara jangan berganti-ganti pasangan oral seks. Sebelum memulai berhubungan seksual, ada baiknya jika pasangan mengecek kondisi kesehatan organ intim masing-masing. Memang memakai kondom atau dental dam bisa dilakukan, tapi kemungkinan rusak, bocor, atau terselip masih ada, jadi hal ini tak mengurangi resiko menularnya penyakit seksual.

jika Anda mengalami keluhan diatas, langsung aja hubungi ke bagian konsultasi online gratis Klinik Apollo 021-6256215 / 081315186262

buka aja web kami : http://klinikandrologi.tk

segera datang langsung ke klinik Apollo, Alamat: Komplek Ruko 115 Blok C1-3, Jalan Pangeran Jayakarta, Mangga Dua Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10730

Lainnya


PERHATIAN !!
Seluruh konten dalam situs ini merupakan kontribusi para pemasang. Pengunjung diharap lebih berhati-hati terhadap setiap informasi menyesatkan dan mengandung unsur penipuan. Pengelola tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang mungkin terjadi.