Home » Iklan » Jasa

Auditor spesialis forensik terbaik dan berpengalaman di BALI

Akuntansi forensik adalah penerapan disiplin akuntansi dalam arti luas, termasuk auditing, pada masalah hukum untuk penyelesaian hukum di dalam atau di luar pengadilan, di sektor publik maupun privat.
Akuntansi forensik dipraktikan dalam bidang yang luas, yaitu:
-Dalam penyelesaian sengketa antar individu
-Di perusahaan swasta dengan berbagai bentuk hukum
-Di perusahaan yang sebagian atau seluruh sahamnya dimiliki negara
-Di departemen atau kementrian, pemerintah pusat dan daerah

Dalam sidang pengadilan ahli - ahli forensik dari disiplin yang berbeda, termasuk akuntan forensik, dapat dihadirkan untuk memberikan keterangan ahli. Dalam praktik, kelompok ahli lainnya juga terdiri dari para akuntan atau pelaksana audit investigatif yang memberi keterangan ahli demi keadilan.

Di sektor publik, para penuntut umum menggunakan ahli dari BPK, BPKP, dan Inspektorat Jendral dari Departemen yang bersangkutan. Di pihak lain, terdakwa dan tim pembelanya menggunakan ahli dari kantor-kantor akuntan publik.

Sengketa bisa terjadi karena satu pihak merasa haknya dikurangi, dihilangkan atau dirampas oleh pihak lain. Hak yang dikurangi atau dihilangkan ini bisa berupa:
-Uang atau aset lain
-Reputasi
-Peluang bisnis
-Gaya hidup
-Hak - hak lain yang berkaitan dengan transaksi bisnis

Pemicu sengketa yaitu perbedaan penafsiran mengenai sesuatu yang sudah diatur dalam perjanjian atau mengenai sesuatu yang memang belum diatur. Dalam sengketa, masing - masing pihak merasa ia yang benar sepenuhnya.
Faktor - faktor yang menentukan berhasil atau gagalnya penyelesaian sengketa oleh pihak - pihak yang bersengketa adalah sebagai berikut:
-Berapa besar konsekuensi keuangan pada pihak yang bersengketa
-Seberapa jauh pertikaian pribadi
-Apakah penyelesaian sengketa ini akan berdampak dalam penyelesaian kasus serupa?
-Seberapa besar dampak dari publisitas negatif yang ditimbulkan
-Seberapa besar beban emosional yang harus ditanggung

sengketa antara dua pihak bisa diselesaikan dengan cara yang berbeda apabila menyangkut dua pihak yang lain. Dua pihak yang bersengketa bisa menyelesaikan melalui arbitrase atau alternatif penyelesaian sengketa, sedangkan dua pihak lainnya menyelesaikan melalui litigasi.

Konsep yang digunakan dalam segitiga akuntansi forensik adalah konsep hukum yang paling penting dalam menetapkan ada atau tidaknya kerugian. Disektor publik maupun privat, akuntansi forensik berurusan dengan kerugian. Di sektor publik ada kerugian negara dan kerugian keuangan negara. Di sektor privat juga ada kerugian yang timbul karena cidera janji dalam suatu perikatan. Kerugian adalah titik pertama dalam segitiga akuntansi forensik.

Titik kedua adalah perbuatan melawan hukum. Tanpa perbuatan melawan hukum, tidak ada yang dapat dituntut untuk mengganti kerugian. Titik ketiga adalah adanya keterkaitan antara kerugian dan perbuatan melawan hukum atau ada hubungan kausalitas antara kerugian dan perbuatan melawan hukum.

Perbuatan melawan hukum dan hubungan kausalitas adalah ranahnya para ahli dan praktisi hukum. Perhitungan besarnya kerugian adalah ranahnya para akuntan forensik. Dalam mengumpulkan bukti untuk menetapkan adanya hubungan kausalitas, akuntan forensik dapat membantu ahli dan praktisi hukum.

Perusahaan / koperasi anda mengalami sengketa atau ada kasus penyelewengan oleh staff / karyawan anda ?? Harus diaudit independen untuk tujuan ke pihak kepolisian atau pengadilan ??
Nelson Group akuntan IAI yang berpengalaman menangani kasus penyelewengan di kepolisian Bali / pengadilan, siap membantu para pengusaha yang mencari audit independen yang terpercaya.

Untuk Konsultasi dan appointment silakan hubungi :
Nelson Group akuntan IAI Bali-Jogja
0818-0828-9010 / Pin bb 29ef29ac
Bapak Nelson SE, Ak, CA
Senin-Sabtu jam 09-19

Head Office : Koi Residence jalan Mahendradata 107 denpasar barat BALI
Perwakilan : Jalan Gejayan-Yogyakarta

Lainnya


PERHATIAN !!
Seluruh konten dalam situs ini merupakan kontribusi para pemasang. Pengunjung diharap lebih berhati-hati terhadap setiap informasi menyesatkan dan mengandung unsur penipuan. Pengelola tidak bertanggung jawab atas segala kerugian yang mungkin terjadi.